Permission Denied
Capaian Indikator Mutu RS Airlangga Periode Agustus - Oktober 2018

CAPAIAN INDIKATOR MUTU RS AIRLANGGA PERIODE (AGUSTUS OKTOBER) TAHUN 2018

Kepatuhan Penggunaan Fornas RS Non Provider BPJS, Angka Kelengkapan Surgical Safety Checklist, Ketidak lengkapan Laporan Anestesi dan Kelengkapan Asesmen Awal Medis dlm Waktu 24 jam setelah Pasien Masuk Rawat inap

 

RS AIRLANGGA JOMBANG

INDIKATOR AREA KLINIS

JUDUL

Kepatuhan Penggunaan Formularium RS. Non Provider BPJS

DEFINISI

Formularium adalah daftar obat yang digunakan di rumah sakit. Kepatuhan penggunaan formularium non BPJS adalah kesesuaian penulisan resep oleh DPJP dengan Formularium RS (Non Provider BPJS).

NUMERATOR

Jumlah item dalam resep yang sesuai dengan formularium RS

DENUMERATOR

Jumlah total item resep

FORMULA

Jumlah item dalam resep yang sesuai dengan formularium RS dibagi  Jumlah total item resep  x 100%

STANDAR

≥ 80%

Kepatuhan Penggunaan Fornas RS Non Provider BPJS

 

KETERANGAN :

Formularium Rumah Sakit adalah daffta robat yang disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi (KFT) dan disepakati oleh staf medis serta mengacu kepada formularium nasional, yang ditetapkan dan diberlakukan oleh pimpinan Rumah Sakit. Ketidak sesuaian peresepan obat terhadap formularium Rumah Sakit dapat berakibat pada menurunnya kualitas pelayanan Rumah Sakit dan biaya obat yang dipergunakan tidak efesien. Rata-rata angka kepatuhan penggunaan formularium RS Non Provider BPJS RS Airlangga dari bulan Agustus – Oktober sudah diatas target ≥ 80%.

RS AIRLANGGA JOMBANG

INDIKATOR AREA KLINIS

JUDUL

Angka kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi

DEFINISI

Penerapan keselamatan operasi (PKO) adalah pengisian checklist  keselamatan operasi pada form yang dilakukan oleh petugas meliputi :
  1. Tahapan Sign-in dilakukan sebelum induksi anestesi minimal dilakukan oleh perawat dan dokter anestesi
  2. Tahapan Time-out dilakukan sebelum insisi kulit, diisi oleh perawat, dokter anestesi dan operator
  3. Tahapan Sign-out dilakukan sebelum pasien meninggalkan kamar operasi/ OK, di isi oleh perawat, dokter anestesi dan operator Kriteria : sesuai kriteria WHO

NUMERATOR

 Jumlah surgical ceklist pasien operasi yang terisi lengkap

DENUMERATOR

 Jumlah seluruh surgical ceklist pada pasien operasi

FORMULA

 Jumlah surgical ceklist pasien operasi yang terisi lengkap di bagi Jumlah  seluruh surgical ceklist pada pasien operasi x100%

STANDAR

 100%

Angka Kelengkapan Surgical Safety Checklist

KETERANGAN :

Penerapan pemakaian Surgical Safety Checklist (SSC) dari WHO adalah untuk meningkatkan keselamatan pasien dalam proses pembedahan dikamar operasi dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam proses pembedahan. Penggunaan checklist terstruktur dalam proses pembedahan akan sangat efektif karean standarisasi kinerja manusia dalam memastikan prosedur telah diikuti. Hasil angka kelengkapan surgical checklist RS Airlangga bulan September mengalami penurunan diangka 94,12% akan tetapi bulan Oktober mencapai standar 100%.

RS AIRLANGGA JOMBANG

INDIKATOR AREA KLINIS

JUDUL

Ketidaklengkapan Laporan Anestesi

DEFINISI

Ketidaklengkapan penulisan laporan anestesi setelah pasien keluar dari kamar operasi

NUMERATOR

Jumlah laporan anestesi yang tidak lengkap pada pasien yang sudah menjalani tindakan anestesi

DENUMERATOR

Jumlah semua laporan anestesi pada pasien yang sudah menjalani tindakan anestesi

FORMULA

Jumlah laporan anestesi yang tidak lengkap pada pasien yang sudah menjalani tindakan anestesi dibagi Jumlah semua laporan anestesi pada pasien yang sudah menjalani tindakan anestesi x 100%

STANDAR

0%

Ketidak lengkapan Laporan Anestesi

 

KETERANGAN :

Sedasidananestesi adalah proses yang kompleks sehingga harus diintegrasikan kedalam rencana asuhan. Sedasidananestesi membutuhkan asesmen lengkap dan komprehensif serta monitoring pasien terus menerus. Kelengkapan laporan anestesi sangat penting sebelum pasien keluar dari kamar operasi. Angka ketidak lengkapan laporan anestesi RS Airlangga dibulan Agustus masih tinggi 3,92% akan tetapi ada perbaikan dibulan berikutnya September dan Oktober mencapai standar 0%.

RS AIRLANGGA JOMBANG

INDIKATOR AREA KLINIS

JUDUL

Kelengkapan Assesmen Medis Awal Dalam Waktu 1x24 Jam Setelah Pasien Masuk Rawat Inap

DEFINISI

  1. Asesmen awal adalah proses mengumpulkan data yang dibutuhkan yang diperoleh dari pasien dalam menghasilkan keputusan tentang perencanaan pengobatan/ tindakan selanjutnya dalam perawatan
  2. Asesmen awal medis yang lengkap di ruang perawatan adalah rekam medik yang telah diisi lengkap oleh dokter dalam waktu< 24 jam adalah :
  • Proses kegiatan mengevaluasi pasien
  • Oleh tenaga medis
  • Paling lambat 24 jam setelah pasien masuk rawat inap meliputi mengumpulkan informasi, menganalisa informasi dan membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien yang telah diidentifikasi

NUMERATOR

Jumlah asesmen medis rawat inap yang lengkap dalam waktu 24 jam dalam satu periode

DENUMERATOR

Jumlah pasien baru rawat inap dalam satu periode

FORMULA

Jumlah asesmen medis rawat inap yang lengkap dalam waktu 24 jam dibagi jumlah pasien baru rawat inap x 100%

STANDAR

100%

Kelengkapan Asesmen Awal Medis dlm Waktu 24 jam setelah Pasien Masuk Rawat inap

KETERANGAN :

Tujuan utama asesmen awal pasien adalah untuk memahami kebutuhan medis dan keperawatan pasien supaya perawatan dan pengobatan dapat dimulai. Proses asesmen pasien yaitu proses yang terus menerus dan digunakan pada sebagian besar unit kerja rawat inap dan rawat jalan. Faktor terpenting adalah bahwa asesmen lengkap dan tersedia bagi mereka yang merawat pasien. Angka kelengkapan Asesmen Awal Medis dalam waktu 24 jam setelah pasien masuk rawat inap di RS Airlangga Jombang masih fluktuatif dinilai 90% dan belum mencapai standar 100% kelengkapannya.

Terakhir diperbarui : December 16, 2018, 5:42 p